
Pada liburan yang lalu, saya mencoba menelusuri kota Jogjakarta. Saya begitu takjub melihat keindahan kota itu. Keramaian kendaraan yang lalu lalang dengan pengaturan lalu lintas yang cukup "ok" ditambah dengan diterapkan jalur khusus pengendara sepeda. Transportasi bukan hal yang susah, ada bus way seperti di Jakarta "Trans Jogja". Saya kira bis nya besar dan bisa muat banyak penumpang seperti di Jakarta, ternyata bis yang hanya berkapasitas 45 seat itu memiliki halte yang "mini" :) hanya mampu menampung 10 orang saja. Rute trayek yang cukup padat,bener-bener efisien. Saya mencoba naik trans Jogja trayek 1 A jurusan Malioboro, halte yang dilewati oleh trayek 1A cukup padat dan bahkan daerah yang sering dikunjungi. Iyaah, sampe macet sich tapi gak apa-apa tetep nyaman. Sampai di Malioboro, saya mencari tourist informasi, dan wah saya senang sekali karena mereka memberikan banyak info tentang Malioboro dan Jogja tentunya. Daerah Malioboro merupakan daerah terpadat di Jogja,karena ada'something to see','something to buy', and 'something to do' . Kemudian saya naik becak untuk keliling-keliling. Dari melintasi mal malioboro, pasar bring harjo, benteng vredeburg,monumen sebelas maret, gedung kantor pos, alun - alun, museum sonobudoyo, keraton Jogjakarta, Taman Sari, dan pasar burung.Setelah selesai jalan-jalan, saatnya mengisi perut yang keroncongan, saya diantar menuju jalan Wijilan. Sepanjang jalan tersebut adalah penjual 'Gudeg'. Waah, jadi bingung mau pilih yang mana soalnya enak semua sich..:) akhirnya pak becak merekomendasikan Gudeg Bu Lies. Rame banget tempatnya, berarti enak nich. Saya masuk dan memilih menu Gudeg,yaitu nasi,ayam opor, gudeg, kreceg, tahu, dan sambal.. nyam..nyam..nyam.. 'DELICIOUS' dipandu dengan rasa manis khas Jawa dan pedasnya sambal membuat rasa makanan tersebut sangat maknyus :)
Gudeng termasuk makanan pilihan untuk wisatawan non Jogjakarta, selain itu ada juga Bakpia Pathok 25 dan 75. Saya rekomendasikan Bakpia 75 meski harganya paling mahal, namun kualitas nya top dech. Kembali ke Gudeg, uniknya saat kita beli bungkus makanan tersebut akan di letakkan dalam 'besek' kotak yang dibuat dar anyaman bambu atau terkadang di taruh dalam kendi kecil. Benar - benar terlihat tradisional. Tidak ada salahnya juga untuk mencoba Gudeg ditempat yang lain, karena pada dasarnya rasa Gudeg adalah sama yaitu identik dengan manis. Bagi yang penderita diabetes disarankan tidak makan terlalu banyak. Makanan boleh bervariasi namun kesehatan dalam diri harus tetap di Jaga. [ika]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar